Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘dephut’

null

Pelan tapi pasti, akhirnya racun baru datang juga ke jantung Borneo.
sebenarnya racun baru benar-benar bekerja setelah setiap hari selalu menyambangi 2 url racun sebagai berikut :

1. SEPEDAKU
2. KASKUS SUBFORUM SEPEDA

Pertama kali melirik sepeda, waktu liat foto2 temen di facebook pada mulai gila sepeda, akhirnya pengen juga ikut hobi gowes tersebut.
Secara tidak terlalu mahal dan tidak butuh skill yang spesial. Tapi ternyata… harga sepeda sekarang udah gila-gila an, yah maklum terakhir kali beli sepeda udah jaman SMP dahulu (sekitar tahun 1991) hihihi dimana harga sepeda Federal saya waktu itu cuma sekitar 150rb

Setelah baca-baca forum tersebut rata-rata sepeda yang recommended harganya di atas 2 juta rupiah, bahkan banyak yang rekomendasi sekitar 4-5 juta rupiah…
Wow..sebuah angka yang fantastis apalagi untuk sebuah kuli rakyat rendahan seperti saya ini.

Namun setelah berpikir 1,2,3 dan ratusan kali, betapa hanya untuk sebuah sepeda yang nyata-nyata bisa meningkatkan kesehatan, kita berat hati untuk membeli, sedangkan untuk sebuah handphone atau PC kita rela merogoh kocek yang jauh lebih dalam walaupun kadang penggunaannya hanya untuk bersenang-senang saja dan sedikitttt untuk bekerja.

Setelah mengalami fase sakaw (bahasamu kang..kang…) , dimana ada sesuatu yang kurang kalau belum baca 2 forum di atas, akhirnya saya berkesimpulan untuk membeli SEPEDA!

Ya ide ini muncul setelah 1 bulan saya dengan rutin menyambangi kedua forum online tersebut.
Setelah menetapkan hati untuk memiliki sebuah sepeda, timbul kebimbangan antara merakit dan membeli sepeda jadi atau istilahnya full bike.
Pilihan merakit sangat menggoda saya dan saya hampir saja memilih metode ini. Namun sayang karena lokasi saya jauh dari tempat yang berjualan spare parts sepeda mid-highend, keinginan ini pun lama-lama pudar karena ada keinginan yang jauh lebih kuat yaitu segera memiliki sepeda.

Pada awalnya, saya ingin merakit sepeda dengan spek sebagai berikut (sengaja saya tulis biar jadi kenang-kenangan + siapa tau suatu saat akan kesampaian juga ngerakit hehehe) :

Frame : United Nucleus / Dominate / Patrol AMP
RD + FD : Shimano Deore 27sp
Crank : Shimano HT II
Fork : RST Omega 2010 atau RS Epicon
Hub + Freehub : Shimano M475
Handle bar + stem : Amoeba Borla
Rims : Alexrims EN24
Ban : Maxiss Advantage
Shifter : Shimano Deore
Brake : Tektro Auriga

tapi setelah dihitung-hitung abisnya sekitar 4-5 juta an
Sebenernya bukan ini masalah utamanya (cieee… gayamu wed wed), tapi lebih ke nggak sabarnya segera gowes yang menyebabkan saya akhirnya (dengan agak berat hati) memutuskan untuk membeli fullbike.
Apalagi rekan sekantor saya juga udah mulai ngebet bike 2 work padahal saya lah sang peracun pertama. Malu donk kalo dia udah beli sedangkan saya masih naik motor ke kantor wkwkwk.

Akhirnya, perburuan fullbike pun dimulai.

Pertama kali sempat pengen beli Polygon Cozmic 2.0 tapi sayang susah mendapatkan sepeda tersebut di Pontianak sekalipun.
Akhirnya pilihan jatuh ke XTRADA 4.0 yang kebetulan aja ada, padahal di Jawa sepeda yang termasuk best sellernya Polygon (selain seri Premier) ini rata-rata kosing dimana-mana.

Kenapa saya milih XTRADA 4.0?

Pertama : harga sepeda ini walaupun tidak murah, tapi kalau dibanding merakit bisa setara dengan sepeda 4 juta-an.
Kedua : Sepeda ini sudah menggunakan double disc brake dan fork yang cukup bagus serta RD dan FD yang “lumayan” (Alivio)
Ketiga : Tampilannya ora ngisin-isini orang jawa bilang (tampilannya gak malu-maluin) dan cukup keren

Setelah memastikan stok sepeda ini available di Pontianak, berkat bantuan rekan saya yang tugas di sana, dikirimlah sepeda ini ke Putussibau.
Sehari… dua hari.. tiga harii.. sepeda yang dinanti belum juga tiba. Akhirnya genap 4 hari sepeda datang diantar truk kargo.
Berbarengan dengan sepeda ini, ada 1 sepeda lagi pesenan temen saya (Polygon Broadway)

null
(more…)

Read Full Post »

Medio awal Oktober 2008 yang lalu tiba kesempatan untuk mencoba pesawat trike baru milik kantor
Sebenarnya pesawat ini sudah datang awal tahun 2008 dalam keadaan terbungkus packing kayu namun belum dirakit karena masih menunggu dari pihak dealer pesawat ini untuk datang merakit.
Nah, awal Oktober ini Pak Kiky (Mustafa Krisyana) datang ke Putussibau khusus untuk merakit pesawat ini sekaligus test flight sebelum pesawat diserahkan ke pihak Taman Nasional.

Pesawat ini merupakan salah satu sarana untuk pengamanan dan monitoring kawasan Taman Nasional Betung Kerihun Kalbar. Bersamaan dengan 7 TN lain di seluruh Indonesia yang mendapat pesawat serupa, TN Betung Kerihun merupakan salah satu TN di Kalimantan Barat yang mendapat jatah pesawat tersebut dari Pusat.

Pesawat ini bermesin Rotax 582cc 2tak dan berbahan bakar Premium high octane (Pertamax Plus), Gondola (body pesawat) bermerek AQUILLA dari South Africa
Kapasitas tangki pesawat cukup untuk terbang selama 4jam nonstop dan memiliki daya jelajah sekitar 400km
Jenis Pesawat ini merupakan Flexible Wing, artinya control pesawat ini mengandalkan triangle bar (mirip dengan Gantole)

Singkat cerita, setelah pesawat dirakit oleh Pak Kiky dealer Aquilla di Indonesia
setelah dirakit, pesawat ditest flight beberapa kali oleh pak Kiky

Pada kesempatan ini hadir pula Mas Franky Zamzani dari TN Gunung Palung (sekarang Kasubag TU di TN yang sama) dalam rangka inrayen pesawat trike tersebut. Beliau merupakan pilot trike yang cukup berpengalaman dengan lebih dari 200jam terbang sejak tahun 2003. Kedatangan mas Franky ke Putussibau disamping untuk rayen pesawat juga sebagai introduction flight dan orientasi lapangan di sekitar kawasan TN Betung Kerihun

Setelah pak Kiky selesai test flight dan bertolak ke Jakarta, tiba giliran mas Franky untuk test flight dan sekalian mengajak saya untuk mengingat kembali pelajaran terbang selama pendidikan Pilot di Lido, Bogor lebih kurang 1 bulan.

Dengan mas Franky, saya berputar-putar di sekitar kota putussibau untuk melihat-lihat kondisi serta mempelajari kondisi cuaca, turbulensi di sekitar kota.


pemandangan kota putussibau (more…)

Read Full Post »