Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘cross country’

specy-hardrock

Ya.. akhirnya ngangkut juga sebuah sepeda (bekas) setelah si Xtrada yang pernah menemani saya dari Kalimantan, Jogja, Bandung dan terakhir Bekas-Jakarta sudah berpindah tangan dikarena diangkut (baca: diangkat orang tanpa permisi) di rumah mertua di Jakarta pada tahun 2014 lalu.

Setelah beberapa saat tidak memiliki sarana untuk gowes, akhirnya rasa kangen untuk kembali merasakan gowesan kaki dan bermandikan peluh kembali harus memaksa untuk mencari pengganti si Xtrada 4.0

Beberapa perhitungan pasca hilangnya si Xtrada, maka sepeda pengganti berikutnya harus memiliki spek yang at least sama atau syukur lebih tinggi dari si Xtrada. Maka beberapa spesifikasi yang diinginkan dengan tetap berpatokan pada harga yang realistis adalah sbb:

  1. Groupset harus selangkah lebih tinggi dari Xtrada 4.0 2010 (Alivio) maka pilihannya adalah Deore atau kakak-kakaknya (Deore LX, SLX, XT atau XTR)
  2. Merk optional bisa merk lokal atau merk import, tidak begitu penting.
  3. Frame juga optional, kalau dapet yang fullsus syukur, dapet Hardtail pun ga masalah karena kebutuhannya hanya untuk weekend ride di sekitar rumah dan itupun kebanyakan crosscountry bukan melibas area gunung apalagi downhill
  4. Harga: tidak mahal-mahal (maks 8-9jt)

Dari beberapa spesifikasi tersebut, dan dari hasil hunting baik sepeda baru maupun 2nd, beberapa yang sempat masuk radar antara lain: Wim Cycle Adrenaline series (AM series), Xtrada 6.0 new 2015 dan beberapa sepeda seperti GT, GIANT dan UNITED. Tapi karena harga rata-rata masih di luar budget, maka dengan sabar aku menanti sampai ada yang pas di hati dan di kantong.

Setelah merenung dan mantengin http://www.bukalapak.com dan situs-situs jual beli sepeda, akhirnya ada satu sepeda yang menarik hati. Dari hasil mantengin bukalapak, ada juga yang iklanin sepeda yang masuk kategori yang dicari. Merknya SPECIALIZED lagi, walau masih seri HARDROCK yang relatif low endnya, tapi speknya sudah lumayan banget dengan Groupset DEORE SLX walau masih seri 2011-2012 tapi gak masalah.

Singkat cerita setelah sambangin penjual di daerah BSD, deal-lah sepeda tersebut dengan harga < 7 juta. Mayan murah untuk spek sekelas itu. Hanya saja waktu beli, forknya masih XCT dan ini target pertama yang harus diupgrade..

Alhamdulillah.. sekarang si Blackie (panggilan si hardrock specialized, menemaniku gowes setiap weekend)

 

Advertisements

Read Full Post »

Aha… pengunjung angkringan kang Wed kali ini mendapatkan cerita lagi
Melanjutkan cerita sepedahan yang pertama di sini, kali ini cerita itu pun berlanjut………

Efek dari racun baru berupa sepeda ternyata tidak mudah hilang begitu saja. Setelah ditinggal mudik ke kampung halaman di Jogja, ternyata teman-teman di Kalimantan tidak meninggalkan aktivitas bersepeda begitu saja, justru mereka sekarang mulai menjelajahi tempat-tempat wisata lokal di Putussibau (Kalimantan Barat) dengan menggunakan sepeda. Terinspirasi dari foto-foto facebook teman-teman waktu gowes ke danau bika, akhirnya setelah balik lagi ke Kalimantan Cross Country ke – dua dengan sepeda pun harus segera digelar hahaha….

Setelah berdiskusi dengan rekan goweser serumah (Arif dan Arif) Kebetulan mereka berdua namanya sama, diputuskanlah rute baru cross country kali ini menuju Tanjung Karang kemudian menyeberang ke Kedamin (see map).


peta harta karun… eh peta gowes kali ini
(more…)

Read Full Post »

null

Pelan tapi pasti, akhirnya racun baru datang juga ke jantung Borneo.
sebenarnya racun baru benar-benar bekerja setelah setiap hari selalu menyambangi 2 url racun sebagai berikut :

1. SEPEDAKU
2. KASKUS SUBFORUM SEPEDA

Pertama kali melirik sepeda, waktu liat foto2 temen di facebook pada mulai gila sepeda, akhirnya pengen juga ikut hobi gowes tersebut.
Secara tidak terlalu mahal dan tidak butuh skill yang spesial. Tapi ternyata… harga sepeda sekarang udah gila-gila an, yah maklum terakhir kali beli sepeda udah jaman SMP dahulu (sekitar tahun 1991) hihihi dimana harga sepeda Federal saya waktu itu cuma sekitar 150rb

Setelah baca-baca forum tersebut rata-rata sepeda yang recommended harganya di atas 2 juta rupiah, bahkan banyak yang rekomendasi sekitar 4-5 juta rupiah…
Wow..sebuah angka yang fantastis apalagi untuk sebuah kuli rakyat rendahan seperti saya ini.

Namun setelah berpikir 1,2,3 dan ratusan kali, betapa hanya untuk sebuah sepeda yang nyata-nyata bisa meningkatkan kesehatan, kita berat hati untuk membeli, sedangkan untuk sebuah handphone atau PC kita rela merogoh kocek yang jauh lebih dalam walaupun kadang penggunaannya hanya untuk bersenang-senang saja dan sedikitttt untuk bekerja.

Setelah mengalami fase sakaw (bahasamu kang..kang…) , dimana ada sesuatu yang kurang kalau belum baca 2 forum di atas, akhirnya saya berkesimpulan untuk membeli SEPEDA!

Ya ide ini muncul setelah 1 bulan saya dengan rutin menyambangi kedua forum online tersebut.
Setelah menetapkan hati untuk memiliki sebuah sepeda, timbul kebimbangan antara merakit dan membeli sepeda jadi atau istilahnya full bike.
Pilihan merakit sangat menggoda saya dan saya hampir saja memilih metode ini. Namun sayang karena lokasi saya jauh dari tempat yang berjualan spare parts sepeda mid-highend, keinginan ini pun lama-lama pudar karena ada keinginan yang jauh lebih kuat yaitu segera memiliki sepeda.

Pada awalnya, saya ingin merakit sepeda dengan spek sebagai berikut (sengaja saya tulis biar jadi kenang-kenangan + siapa tau suatu saat akan kesampaian juga ngerakit hehehe) :

Frame : United Nucleus / Dominate / Patrol AMP
RD + FD : Shimano Deore 27sp
Crank : Shimano HT II
Fork : RST Omega 2010 atau RS Epicon
Hub + Freehub : Shimano M475
Handle bar + stem : Amoeba Borla
Rims : Alexrims EN24
Ban : Maxiss Advantage
Shifter : Shimano Deore
Brake : Tektro Auriga

tapi setelah dihitung-hitung abisnya sekitar 4-5 juta an
Sebenernya bukan ini masalah utamanya (cieee… gayamu wed wed), tapi lebih ke nggak sabarnya segera gowes yang menyebabkan saya akhirnya (dengan agak berat hati) memutuskan untuk membeli fullbike.
Apalagi rekan sekantor saya juga udah mulai ngebet bike 2 work padahal saya lah sang peracun pertama. Malu donk kalo dia udah beli sedangkan saya masih naik motor ke kantor wkwkwk.

Akhirnya, perburuan fullbike pun dimulai.

Pertama kali sempat pengen beli Polygon Cozmic 2.0 tapi sayang susah mendapatkan sepeda tersebut di Pontianak sekalipun.
Akhirnya pilihan jatuh ke XTRADA 4.0 yang kebetulan aja ada, padahal di Jawa sepeda yang termasuk best sellernya Polygon (selain seri Premier) ini rata-rata kosing dimana-mana.

Kenapa saya milih XTRADA 4.0?

Pertama : harga sepeda ini walaupun tidak murah, tapi kalau dibanding merakit bisa setara dengan sepeda 4 juta-an.
Kedua : Sepeda ini sudah menggunakan double disc brake dan fork yang cukup bagus serta RD dan FD yang “lumayan” (Alivio)
Ketiga : Tampilannya ora ngisin-isini orang jawa bilang (tampilannya gak malu-maluin) dan cukup keren

Setelah memastikan stok sepeda ini available di Pontianak, berkat bantuan rekan saya yang tugas di sana, dikirimlah sepeda ini ke Putussibau.
Sehari… dua hari.. tiga harii.. sepeda yang dinanti belum juga tiba. Akhirnya genap 4 hari sepeda datang diantar truk kargo.
Berbarengan dengan sepeda ini, ada 1 sepeda lagi pesenan temen saya (Polygon Broadway)

null
(more…)

Read Full Post »

null

Medio awal 2010, pesawat trike milik Taman Nasional Betung Kerihun dioperasikan kembali.
Setelah istirahat cukup lama setelah kegiatan pelatihan lanjutan bulan Oktober – November, kemudian disusul musim hujan di akhir tahun, baru kali inilah pesawat trike dengan nomor registrasi PK-S 158 dioperasikan kembali.

Kali ini tidak hanya joyflight atau terbang di sekitar kota dengan jarak yang dekat, namun akan dioperasikan untuk medium – long XC (Cross Country) yang bertujuan untuk melakukan perintisan jalur terbang.
Sebelumnya seperti yang sudah ditulis disini pesawat ini telah teruji untuk XC dengan jarak cukup jauh (sekitar 200km).

Target XC kali ini adalah : Resort Nanga Hovat dan Resort Nanga Potan + Seksi Tanjung Kerja.

Resort merupakan kantor setingkat di bawah seksi yang brefungsi untuk pengamanan kawasan Taman Nasional dan terletak tidak jauh dari batas-batas Taman Nasional.
Karena kawasan Taman Nasional Betung Kerihun satu-satunya akses darat adalah melalui sungai. maka resort-resort TNBK ditempatkan di desa-desa terakhir sebelum kawasan Taman Nasional dan pada umumnya berlokasi di tepi sungai.

Karena jauhnya jarak dua target tersebut, maka penerbangan akan dilakukan 2 (dua) session.

Resort Nanga Hovat
Sesi pertama adalah menuju Nanga Hovat. Sebuah desa di hulu sungai Mendalam dengan jarak lebih kurang 30 km dari airbase Bandara Pangsuma Putussibau.
Jarak yang cukup dekat tersebut apabila ditempuh dengan mengikuti sungai Mendalam membutuhkan waktu sekitar 3-4 jam perjalanan.
Lokasi resort Nanga Hovat dapat dilihat dari peta sebagai berikut :

Waypoint : Resort Nanga Hovat

Cuaca sore 4 Februari 2010 waktu itu cukup baik, sehingga setelah semua dipersiapkan segeralah dilakukan pre flight checking untuk memastikan semua dalam kondisi yang bagus.
GPS telah diset, radio dalam kondisi full charged, dan semua instrumen telah dipastikan dalam kondisi yang baik. Wing dan wheel juga tak luput dari inspeksi sebelum terbang. Mesin, radiator busi dan karbu juga tak luput dari pengecekan.
Setelah dipastikan semua dalam kondisi laik terbang, maka perjalanan crosscountry pun dimulai.
Airbase kami adalah bandara Pangsuma Putussibau.
Bandara ini memiliki runway 10 dan 28 (one zero dan two eight). Penamaan runway ini mengacu pada arah mata angin runway, dimana runway 10 merupakan arah mata angin 100° dan runway 28 merupakan arah mata angin 280°.
Hangar yang kami miliki masih sangat sederhana dengan hanya menggunakan dinding dan atap seng seperti berikut :

null

Walaupun sederhana, namun tidak mengurangi fungsinya sebagai tempat penyimpanan pesawat trike. Kedepan, akan dikembangkan lebih baik lagi agar pesawat dapat terlindungi dengan sempurna.
Setelah takeoff, pemandangan di atas sungguh sangat menakjubkan, bahkan bagi saya sebagai seorang penerbang yang sering terbang di Pangsuma Aerodrome, setiap takeoff selalu memberikan pengalaman tersendiri dengan pemandangan yang berbeda-beda.

null
(more…)

Read Full Post »