Archive for the ‘sanes-sanes’ Category

Hehe.. Salam Lestari..

Edisi angkringan kali ini kembali ke tema bersepeda. Sudah beberapa lama Kang Wed tidak membuat goweser story, terutama sejak pindah ke Bandung, padahal kegiatan gowes di Bandung lebih banyak (baca: kalori yang terbakar) daripada di Kalimantan dahulu. Maklum saja, disamping waktu yang lebih padat dan kegiatan yang lebih banyak di Bandung, serta sisa energi untuk membuat tulisan juga tipis, akhirnya baru kali ini tulisan ini bisa dirilis ke para pembaca semua.


Well, medan gowes di Bandung sangat berbeda dibandingkan dengan medan di Kalimantan.

Di Kalimantan, kita masih bisa bersuka ria dan merasa belum capek walaupun sudah menempuh jarak lebih dari 50 km. Berbeda dengan di Bandung, terutama Bandung Utara, dengan gowes sejauh 10-an km saja, tingkat kecapekan kita sama atau bahkan melebihi gowes di Kalimantan sejauh 50km. Kenapa?

Topografi di Bandung yang cenderung berbukit-bukit dengan tingkat tanjakan dari landai sampai dengan extreme terbukti nyata menyumbang dalam peningkatan tingkat capek goweser. Tanjakan dengan kemiringan 30-45 derajat bukanlah hal yang aneh di Bandung, sementara itu, tanjakan 10 derajat di Kalimantan merupakan hal yang langka. Betul memang topografi di Kalimantan juga banyak tanjakan dan bukit-bukit, tapi tidak setinggi dan se-panjang tanjakan di Bandung.

Begitu juga rute gowes kali ini,

Destination : WARBAN (Warung Bandrek) Babe di daerah di atas Dago Pakar


Read Full Post »

asus logo

been so long i don’t do writing on this blog…

well … as my allowance come (finally) and after accidentally saw a heart-taker new ASUS laptop in BEC (Bandung Electronic Centre ) , finally i have the opportunity to own it.

Asus A43S

At a glance, this new laptop just no more similar than other ordinary laptops.
Compared with my previous Asus laptop (which is K40IE) this new A43SV comes up with chiclete keyboard and silverish palm rest. A bit luxurious for the look. But, the most important thing is it equipped with the newest architecture Intel processor. The Sandybridge !! A lot of reviews around the globe already discussed about the powerfulnes of the newest generation of Intel’s CPU.

Even though the CPU only Core i3 2310 M, but since it still the member of Sandy Bridge family the performance is undeniably excellent. From many reviews stated that i3 Sandybridge’s performance is almost equal with the i5 processors from the predecessor architecture. As we knew, the former codename before the Sandy is the Arrandale. Moreover, the market name for it is stated below :

Celeron P4xxx/U3xxx
Pentium P6xxx/U5xxx
Core i3-3xxUM/3xxM
Core i5-4xxUM/4xxM
Core i5-5xxUM/5xxM
Core i7-6xxUM/6xxLM/6xxM

The increase of performace in the new architecture is caused by the use of new high-K metal gate in the manufacturing processes. Unlike the Westmere processor, Sandy Bridge is a highly integrated single die solution incorporating a graphics processor built into the same die as the main processor cores. Hence, one can expect better graphics processing capabilities since its memory controller and graphics are now interconnected using a new high speed, high bandwidth ‘ring’ architecture. The unique ring architecture allows the processor’s cores to share its critical resources such as its cache with the graphics processor, thereby improving the overall performance of the computer while maintaining an energy efficient system.

Frankly, old i5 owners will be irritated when they see the performance of this new processor, certainly.
The new i5 processor will have exactly same architecture with this i3 processor, minus the Turbo-boost technology. So, do not hesitate to choose this i3 processor if you are not demanding additional Gigahertzs provided by by Turbo-boost technology.

Enough for scientific words…


Apart from the powerfulnes, the integrated graphic is also surprisingly fast, especially for 5 million rupiahs Laptop. The NVidia GeForce GT540M is implanted under the keyboard. The most striking feature of this brand-new entry level of laptop GPU is not just an ordinary one. It equipped with the 96 unified shaders along with 128 bit interface which is rarely found on the ordinary laptops (not the gaming laptops).

After i owned the laptop, i managed to install all of my favourite games i had. And surprisingly, even the most graphic demanded game like CRYSIS 2 can run smoothly on the HIGH setting and resolution. The other games such as Assassin’s Creed : Brotherhood, Call of Duty : Black Ops and Pro Evolution Soccer 2011 are ran smoothly without a doubt.

Here are the CRYSIS 2 Screenshots :

cry a

the setting :
cry b

30 fps
cry c

27 fps
cry d

quite nice fps for a laptop GPU 🙂

An initial investigation shows that the performance of this laptop did not sound cheap.
By looking at the WEI (Windows Experience Index), we can draw a rough picture about its performance.

Obviously, the performance can not be neglected even for desktop users, especially the main entry one. The score itself is quite high for a low-budget laptop. To be honest, it is definitely fast. I feel that my ripping and rendering activity becomes much faster than the predecessors by large gap. I would say it was amazing to see how fast a video was ripped by this beast.

The other interesting fact is that it comes up with a half Terabytes HDD. Quite huge for everyday activities, but since it equipped with the powerful graphic adapter and also a fast processor, i’ll be teased to install all of graphic-demanded softwares.


In addition, the ASUS features embedded on this new laptops noted as added values to me. The Ice Cool feature is able to reduce the heat on the palm rest significantly. However, compared to my previous laptop which is ASUS K40IE, this laptop is little bit warmer. The old K40IE is very-very cool indeed.

Not only does the new A43SV has the advantages mentioned above, but it also has its disadvantages. The poor quality of sound is much-much worse than my old K40IE which has excellent and clarity sound for laptop class. Even though it equipped what is so-called ALTEC LANSING speaker, but the quality is mediocre. Frankly, i waould say that it is horrible. But, one obstacle will not hinder its superiority especially when we talk about graphic and rendering program.

Least but not least, for around 5,2 million rupiahs.. this cutting-edge baby born is a MUST HAVE gadget, especially when you are kicked out by your companion’s old core i5 laptops then this one will tie it down and make averybody drooling..


Read Full Post »


kode perbangan Lionair menggunakan kode JT. Banyak yang memplesetkan menjadi sebuah akronim yang artinya Jelas Telat…
Tuliasan ini saya buat di ruang tunggu A2 Bandara Soekarno-Hatta karena delay yang sangat lama (3 jam) dari pesawat yang sekiranya akan membawa saya ke Pontianak.
Pesawat yang semestinya takeoff pada pukul 15.00, didelay menjadi pukul 17.00 WTF!
*edited : delay ditambah lagi 2 jam lebih, jadi total hampir 6 jam delay!! Akhirnya saya baru terbang pukul 19.45 dan landing di Pontianak pukul 21.30*

Delay ini tidak terjadi pada penerbangan ini saja, melainkan pada penerbangan-penerbangan Lionair lainnya.
Hal ini menjadikan ruang tunggu di semua terminal menjadi penuh sesak dan wajah-wajah yang emosional.

Delay seperti ini tidak terjadi sekali pada hari ini saja melainkan sering sekali terjadi khususnya Lion air.
Kenapa saya menyimpulkan demikian?
2 Minggu terakhir saya wira-wiri menggunakan beberapa penerbangan salah satunya Lion Air ini.
Dari sekian penerbangan tersebut, 3 flight menggunakan JT, dan coba anda tebak, tiga-tiganya DELAYED semua!!

Variasi delay pun berbeda-beda antara 10 menit hingga 3 jam seperti hari ini.

Alasan cuaca sama sekali tidak bisa digunakan sebagai dasar.
Sebagai seorang pilot saya setidaknya tahu persis mana cuaca yang bagus dan cuaca yang jelek, mana cuaca yang safe untuk terbang dan mana cuaca yang tidak safe untuk terbang.

Dan hari ini, cuaca sangat-sangat bagus dengan wind calm dan langit biru.
Cuaca yang sangat-sangat safe bahkan untuk sebuah pesawat trike yang biasa saya awaki yang notabene membutuhkan cuaca yang benar-benar clear and smooth untuk menerbangkannya.

Terlepas dari itu semua, Lionair merupakan salah satu (satu-satunya) airline yang memberikan kemudahan dalam hal pemesanan tiket secara online. Hampir tidak ada satu airline pun yang mampu menyaingi user friendliness dari sebuah ticketing engine milik Lionair.
Hal tersebut yang memicu saya untuk sering menggunakan airline ini. Disamping kemudahan dalam hal booking dan issued ticket, juga kemudahan membayar melalui e-banking dan ATM tidak semudah ditemui pada airline lain. Tercatat hanya Mandala yang memberikan kemudahan serupa, sedangkan maskapai lainnya belum sepenuhnya memberikan kebebasan pengguna dalam memesan tiket.

Namun, terhitung per hari ini saya akan berpikir 1000 kali untuk menggunakan Lionair lagi, walaupun dengan segala kemudahannya namun kebiasaan jelek yang suka delay ini memupus semua sanjungan saya terhadap Lion Air.

Read Full Post »


Pelan tapi pasti, akhirnya racun baru datang juga ke jantung Borneo.
sebenarnya racun baru benar-benar bekerja setelah setiap hari selalu menyambangi 2 url racun sebagai berikut :


Pertama kali melirik sepeda, waktu liat foto2 temen di facebook pada mulai gila sepeda, akhirnya pengen juga ikut hobi gowes tersebut.
Secara tidak terlalu mahal dan tidak butuh skill yang spesial. Tapi ternyata… harga sepeda sekarang udah gila-gila an, yah maklum terakhir kali beli sepeda udah jaman SMP dahulu (sekitar tahun 1991) hihihi dimana harga sepeda Federal saya waktu itu cuma sekitar 150rb

Setelah baca-baca forum tersebut rata-rata sepeda yang recommended harganya di atas 2 juta rupiah, bahkan banyak yang rekomendasi sekitar 4-5 juta rupiah…
Wow..sebuah angka yang fantastis apalagi untuk sebuah kuli rakyat rendahan seperti saya ini.

Namun setelah berpikir 1,2,3 dan ratusan kali, betapa hanya untuk sebuah sepeda yang nyata-nyata bisa meningkatkan kesehatan, kita berat hati untuk membeli, sedangkan untuk sebuah handphone atau PC kita rela merogoh kocek yang jauh lebih dalam walaupun kadang penggunaannya hanya untuk bersenang-senang saja dan sedikitttt untuk bekerja.

Setelah mengalami fase sakaw (bahasamu kang..kang…) , dimana ada sesuatu yang kurang kalau belum baca 2 forum di atas, akhirnya saya berkesimpulan untuk membeli SEPEDA!

Ya ide ini muncul setelah 1 bulan saya dengan rutin menyambangi kedua forum online tersebut.
Setelah menetapkan hati untuk memiliki sebuah sepeda, timbul kebimbangan antara merakit dan membeli sepeda jadi atau istilahnya full bike.
Pilihan merakit sangat menggoda saya dan saya hampir saja memilih metode ini. Namun sayang karena lokasi saya jauh dari tempat yang berjualan spare parts sepeda mid-highend, keinginan ini pun lama-lama pudar karena ada keinginan yang jauh lebih kuat yaitu segera memiliki sepeda.

Pada awalnya, saya ingin merakit sepeda dengan spek sebagai berikut (sengaja saya tulis biar jadi kenang-kenangan + siapa tau suatu saat akan kesampaian juga ngerakit hehehe) :

Frame : United Nucleus / Dominate / Patrol AMP
RD + FD : Shimano Deore 27sp
Crank : Shimano HT II
Fork : RST Omega 2010 atau RS Epicon
Hub + Freehub : Shimano M475
Handle bar + stem : Amoeba Borla
Rims : Alexrims EN24
Ban : Maxiss Advantage
Shifter : Shimano Deore
Brake : Tektro Auriga

tapi setelah dihitung-hitung abisnya sekitar 4-5 juta an
Sebenernya bukan ini masalah utamanya (cieee… gayamu wed wed), tapi lebih ke nggak sabarnya segera gowes yang menyebabkan saya akhirnya (dengan agak berat hati) memutuskan untuk membeli fullbike.
Apalagi rekan sekantor saya juga udah mulai ngebet bike 2 work padahal saya lah sang peracun pertama. Malu donk kalo dia udah beli sedangkan saya masih naik motor ke kantor wkwkwk.

Akhirnya, perburuan fullbike pun dimulai.

Pertama kali sempat pengen beli Polygon Cozmic 2.0 tapi sayang susah mendapatkan sepeda tersebut di Pontianak sekalipun.
Akhirnya pilihan jatuh ke XTRADA 4.0 yang kebetulan aja ada, padahal di Jawa sepeda yang termasuk best sellernya Polygon (selain seri Premier) ini rata-rata kosing dimana-mana.

Kenapa saya milih XTRADA 4.0?

Pertama : harga sepeda ini walaupun tidak murah, tapi kalau dibanding merakit bisa setara dengan sepeda 4 juta-an.
Kedua : Sepeda ini sudah menggunakan double disc brake dan fork yang cukup bagus serta RD dan FD yang “lumayan” (Alivio)
Ketiga : Tampilannya ora ngisin-isini orang jawa bilang (tampilannya gak malu-maluin) dan cukup keren

Setelah memastikan stok sepeda ini available di Pontianak, berkat bantuan rekan saya yang tugas di sana, dikirimlah sepeda ini ke Putussibau.
Sehari… dua hari.. tiga harii.. sepeda yang dinanti belum juga tiba. Akhirnya genap 4 hari sepeda datang diantar truk kargo.
Berbarengan dengan sepeda ini, ada 1 sepeda lagi pesenan temen saya (Polygon Broadway)


Read Full Post »

The Blog is Back

setelah setahun lebih vakum dari posting ngeblog, hari ini 14 Mei 2009 saya sempetkan kembali menggelar angkringan sederhana ini
Nama Blog yang sebelumnya kurang menjual, hari ini resmi diganti Angkringan Kang Wed supaya lebih njawani tanpa mengurangi bobot isi dari Blog ini
Posting terakhir saya waktu itu masih mengenai review, review dan review barang-barang IT
Mulai hari ini dan selanjutnya, proporsi post mengenai IT akan dikurangi dan selanjutnya proporsi mengenai hal-hal umum dan issue terkini akan lebih mewarnai blog ini.

Akhir kata silakan menikmati suguhan sego kucing sambel kering, tempe mendoan bakar dan wedang susu jahe tentu saja..

Salaam dari pelosok Kalbar

Read Full Post »

Blog ini saya buat menjelang keberangkatan saya bertugas di pedalaman Kalimantan Barat.. saat membuat blok ini saya masih bertugas di DPJ sebagai technical support yang akan berakhir sebentar lagi…pedalaman hopefully disana saya masih tetep bisa mengupdate Blog ini, dengan kata lain terdapat koneksi internet yang unlimited disana…

aikhir 2007

Read Full Post »