Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘kuliner’ Category

Hehe.. Salam Lestari..

Edisi angkringan kali ini kembali ke tema bersepeda. Sudah beberapa lama Kang Wed tidak membuat goweser story, terutama sejak pindah ke Bandung, padahal kegiatan gowes di Bandung lebih banyak (baca: kalori yang terbakar) daripada di Kalimantan dahulu. Maklum saja, disamping waktu yang lebih padat dan kegiatan yang lebih banyak di Bandung, serta sisa energi untuk membuat tulisan juga tipis, akhirnya baru kali ini tulisan ini bisa dirilis ke para pembaca semua.

 

Well, medan gowes di Bandung sangat berbeda dibandingkan dengan medan di Kalimantan.

Di Kalimantan, kita masih bisa bersuka ria dan merasa belum capek walaupun sudah menempuh jarak lebih dari 50 km. Berbeda dengan di Bandung, terutama Bandung Utara, dengan gowes sejauh 10-an km saja, tingkat kecapekan kita sama atau bahkan melebihi gowes di Kalimantan sejauh 50km. Kenapa?

Topografi di Bandung yang cenderung berbukit-bukit dengan tingkat tanjakan dari landai sampai dengan extreme terbukti nyata menyumbang dalam peningkatan tingkat capek goweser. Tanjakan dengan kemiringan 30-45 derajat bukanlah hal yang aneh di Bandung, sementara itu, tanjakan 10 derajat di Kalimantan merupakan hal yang langka. Betul memang topografi di Kalimantan juga banyak tanjakan dan bukit-bukit, tapi tidak setinggi dan se-panjang tanjakan di Bandung.

Begitu juga rute gowes kali ini,

Destination : WARBAN (Warung Bandrek) Babe di daerah di atas Dago Pakar
(more…)

Advertisements

Read Full Post »

Angkringan Kang Wed kali ini dihiasi dengan menu baru.

Menu ini khusus didatangkan langsung dari Kapuas Hulu Kalimantan Barat.

Pertama kali mendengar nama kerupuk basah, pasti orang-orang akan membayangkan kerupuk yang “kepleh-kepleh” karena direndam air atau bayangan semacam itu.

Namun, kerupuk basah yang satu ini beda dengan istilah KERUPUK yang sering digunakan di Jawa/Sumatera dimana kerupuk pada umumnya adalah secondary lauk sebagai pendamping nasi supaya lebih lezat dinikmati.

Begitu membudayanya kerupuk di Indonesia, sehingga dari Sabang sampai Merauke kita kan selalu mudah menemukan Kerupuk di warung-warung makan maupun di restoran-restoran.

Saking akrabnya dengan Kerupuk bahkan di Pondok Modern Gontor Ponorogo, Kerupuk merupakan menu wajib para santri

Dengan memasyarakatnya kerupuk, orang akan dengan mudah membayangkan bagaimana rasa dan jenis-jenis kerupuk. Pada umumnya, kerupuk merupakan adonan tepung beras/gandum/kanji/tapioka yang diberi aroma tertentu kemudian digoreng di wajan yang panas, sehingga rasanya pun renyah dan “kriuk-kriuk”.

Oleh sebab itu, otomatis orang akan membayangkan kerupuk sebagai makanan yang renyah dan crispy

Namun jangan salah, di daerah Kapuas Hulu Kalimantan Barat kerupuk tidak hanya kerupuk yang kering atau renyah. Disini terdapat pula kerupuk yang basah. Ingat, bukan kerupuk kering yang dibasahi lho!

Tapi memang kerupuk yang sengaja dibuat tidak kering alias basah

Sebenarnya kalau menurut pandangan umum orang akan kerupuk, makanan ini tidak sesuai apabila dinamai kerupuk. Karena konotasi kerupuk akan selalu mengarah kepada barang yang getas, keras, kering dan renyah. Sedangkan makanan ini kenyal dan lunak sehingga jauh dari bayangan sebuah snack .

Kerupuk Basah

Kerupuk basah lebih mirip Siomay kalo di Jawa atau Empek-empek kalo di Sumatera.

Untuk membuat Kerupuk basah diperlukan bahan-bahan sebagai berikut : (more…)

Read Full Post »


Wedang Uwuh
Wedang Uwuh merupakan minuman khas Imogiri Jogja, tepatnya di sekitar kompleks makam raja-raja Ngayogyakarta Hadiningrat.
Dinamakan wedang uwuh karena penampakannya yang memang mirip uwuh (bhs: Sampah)
Bisa dilihat dari tumpukan daun-daun yang dicampur jadi satu dan dimasukkan gelas sehingga terlihat memang seperti sampah yang ada dalam satu wadah

Rasanya?

Jangan tanya kalo ini, minuman ini akan membuat ketagihan sang peminumnya. Tidak heran karena wedang uwuh terdiri atas beberapa rempah-rempah yang akan membuat badan segar dan sehat.

Sebenernya kalo mau bikin sendiri pun kita bisa melakukannya mengingat bahan-bahannya yang relatif sederhana dan mudah ditemui di pasar-pasar tradisional di Jogja dan sekitarnya.

Adapun bahan-bahannya adalah sebagai berikut : (more…)

Read Full Post »