Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘kominfo’ Category

asus logo

been so long i don’t do writing on this blog…

well … as my allowance come (finally) and after accidentally saw a heart-taker new ASUS laptop in BEC (Bandung Electronic Centre ) , finally i have the opportunity to own it.

Asus A43S

At a glance, this new laptop just no more similar than other ordinary laptops.
Compared with my previous Asus laptop (which is K40IE) this new A43SV comes up with chiclete keyboard and silverish palm rest. A bit luxurious for the look. But, the most important thing is it equipped with the newest architecture Intel processor. The Sandybridge !! A lot of reviews around the globe already discussed about the powerfulnes of the newest generation of Intel’s CPU.

Even though the CPU only Core i3 2310 M, but since it still the member of Sandy Bridge family the performance is undeniably excellent. From many reviews stated that i3 Sandybridge’s performance is almost equal with the i5 processors from the predecessor architecture. As we knew, the former codename before the Sandy is the Arrandale. Moreover, the market name for it is stated below :

Celeron P4xxx/U3xxx
Pentium P6xxx/U5xxx
Core i3-3xxUM/3xxM
Core i5-4xxUM/4xxM
Core i5-5xxUM/5xxM
Core i7-6xxUM/6xxLM/6xxM

The increase of performace in the new architecture is caused by the use of new high-K metal gate in the manufacturing processes. Unlike the Westmere processor, Sandy Bridge is a highly integrated single die solution incorporating a graphics processor built into the same die as the main processor cores. Hence, one can expect better graphics processing capabilities since its memory controller and graphics are now interconnected using a new high speed, high bandwidth ‘ring’ architecture. The unique ring architecture allows the processor’s cores to share its critical resources such as its cache with the graphics processor, thereby improving the overall performance of the computer while maintaining an energy efficient system.

Frankly, old i5 owners will be irritated when they see the performance of this new processor, certainly.
The new i5 processor will have exactly same architecture with this i3 processor, minus the Turbo-boost technology. So, do not hesitate to choose this i3 processor if you are not demanding additional Gigahertzs provided by by Turbo-boost technology.

Enough for scientific words…

GT540M

Apart from the powerfulnes, the integrated graphic is also surprisingly fast, especially for 5 million rupiahs Laptop. The NVidia GeForce GT540M is implanted under the keyboard. The most striking feature of this brand-new entry level of laptop GPU is not just an ordinary one. It equipped with the 96 unified shaders along with 128 bit interface which is rarely found on the ordinary laptops (not the gaming laptops).

After i owned the laptop, i managed to install all of my favourite games i had. And surprisingly, even the most graphic demanded game like CRYSIS 2 can run smoothly on the HIGH setting and resolution. The other games such as Assassin’s Creed : Brotherhood, Call of Duty : Black Ops and Pro Evolution Soccer 2011 are ran smoothly without a doubt.

Here are the CRYSIS 2 Screenshots :

cry a

the setting :
cry b

30 fps
cry c

27 fps
cry d

quite nice fps for a laptop GPU 🙂

An initial investigation shows that the performance of this laptop did not sound cheap.
By looking at the WEI (Windows Experience Index), we can draw a rough picture about its performance.

Obviously, the performance can not be neglected even for desktop users, especially the main entry one. The score itself is quite high for a low-budget laptop. To be honest, it is definitely fast. I feel that my ripping and rendering activity becomes much faster than the predecessors by large gap. I would say it was amazing to see how fast a video was ripped by this beast.

The other interesting fact is that it comes up with a half Terabytes HDD. Quite huge for everyday activities, but since it equipped with the powerful graphic adapter and also a fast processor, i’ll be teased to install all of graphic-demanded softwares.

asus

In addition, the ASUS features embedded on this new laptops noted as added values to me. The Ice Cool feature is able to reduce the heat on the palm rest significantly. However, compared to my previous laptop which is ASUS K40IE, this laptop is little bit warmer. The old K40IE is very-very cool indeed.

Not only does the new A43SV has the advantages mentioned above, but it also has its disadvantages. The poor quality of sound is much-much worse than my old K40IE which has excellent and clarity sound for laptop class. Even though it equipped what is so-called ALTEC LANSING speaker, but the quality is mediocre. Frankly, i waould say that it is horrible. But, one obstacle will not hinder its superiority especially when we talk about graphic and rendering program.

Least but not least, for around 5,2 million rupiahs.. this cutting-edge baby born is a MUST HAVE gadget, especially when you are kicked out by your companion’s old core i5 laptops then this one will tie it down and make averybody drooling..

END OF REVIEW

Advertisements

Read Full Post »

Koneksi internet bukan lagi merupakan hal yang mewah. Bahkan di angkringan Kang Wed yang sederhana pun telah dihiasi dengan koneksi ini.

Untuk ukuran Jawa apalagi Jogja, koneksi internet sudah SANGAT mudah ditemui. Bahkan konsumen rata-rata sudah tidak menanyakan : “Ada koneksi internet tidak?” tapi lebih ke pertanyaan “Koneksinya berapa meg (red: Megabit)?” atau “Pake koneksi apa sekarang?” dan biasanya berlanjut dengan pertanyaan : “Donlot dapet berapa KB per detik?”, dan pertanyaan yang sudah lebih spesifik lainnya.

Kebutuhan masyarakat akan internet dewasa ini (baca 3 tahun terakhir) sudah sangat pokok. Hanya orang katrok saja yang tidak mau menerima adanya koneksi internet.

Dahulu, koneksi internet diidentikkan dengan wahana untuk berbuat negatif seperti carding, phising dan lain sebagainya.

Namun sekarang koneksi internet sudah HARUS diadakan dimana pun kita berada.

Tahun 2008 yang lalu dimana Kang Wed menginjakkan pertama kali di Borneo setelah lebih dari 7 tahun tidak pernah kesana lagi (terakhir tahun 2001 kala magang di sebuah PT), Kang Wed sudah berbekal amunisi untuk konek ke dunia maya ini.

Maklum karena sehari-harinya berkutat dengan internet maka mempelajari ketersediaan koneksi di daerah merupakan bekal yang akan SANGAT berguna.

Tujuan Kang Wed kala itu adalah di Putussibau. Sebuah Kabupaten paling hulu di Kalimantan Barat, berjarak lebih kurang 700KM dari Pontianak, ibukota propinsi Kalimantan Barat.

Beberapa minggu (atau bahkan bulan) sebelum berangkat dimulailah googling dan chatting dengan teman-teman yang pernah kesana sekedar untuk menanyakan adakah koneksi internet di Putussibau.

Dari hasil googling dan chatting tersebut, didapat beberapa gambaran bahwa di sana tidak terdapat koneksi internet unlimited kala itu, dan hanya ada 2 operator seluler yaitu Telkomsel dan Indosat.

Karena kala itu tarif data Indosat lebih murah dibandingkan dengan Telkomsel, akhirnya dipilihkan langganan Indosat 3,5G (kapasitas 1GB) bundle dengan Matrix.

Singkat cerita, setelah dicoba di Pontianak ternyata tidak bisa konek dan setelah ditanyakan memang di Kalbar belum terdapat fasilitas untuk 3,5G Indosat kala itu. Dengan perasaan menyesal akhirnya kartu tersebut nganggur (tidak dipakai). Yang bisa digunakan hanyalah Matrix dengan kecepatan GPRSnya.

Tiba di Bandara Pangsuma Putussibau, setelah landing dari pesawat ATR-100, langsung coba nyalakan Soner K600i yang sudah tertancap Matrix. Login ke YM tiny dan Opera Mini berjalan lancar. Perasaan sedikit lega karena masih ada jalur data yang bisa dimanfaatkan.

Setelah sampai di rumah kontrakan di Putussibau, coba konek PC dengan HP, ternyata untuk konek aja susahnya minta ampun. Setelah konekpun speed download hanya sekitar 0.8KBps, SANGAT lambat sekali!

Yah, kualitas Indosat memang sangat buruk di sini.

Technology lag benar-benar terasa saat itu, dimana setiap saat Kang Wed mengakses email, YM dan browsing dengan lancar serta download dengan speed > 100KBps harus dihadapkan dengan kenyataan ini. Ya inilah INDONESIA, dimana belum semua pembangunan dirasakan di seluruh daerahnya.

Sekitar 2 (dua) bulan penderitaan akan FAKIR Bandwidth tersebut berlangsung, untung saja pada bulan Juni 08 program TELKOMSEL FLASH Unlimited direlease. Tanpa pikir panjang langsung apply ke Gerai Halo terdekat (disini belum ada GraPari). Program ini sampai sekarang sangat menolong dengan adanya koneksi unlimited.

Walaupun speed hanya GPRS namun sisi UNLIMITED merupakan sisi yang baru yang ada di kota ini.

Seiring berjalannya waktu, koneksi FLASH Unlimited kadang dudul kadang lancar. Dan dikala lancar pun speed tidak lebih dari 10KBps saat download karena terkendala BTS yang belum 3G apalagi HSDPA.

Awal tahun 2009, Telkom Speedy diluncurkan di Putussibau.

Proses aplikasinya pun mudah walaupun diharuskan membeli Modem sendiri (tidak diberikan gratis oleh Telkom).

Namun demikian, koneksi unlimited yang diharapkan ternyata belum tersedia sehingga dengan terpaksa memilih paket yang time based dengan jatah waktu 50jam per bulan (200rb), walaupun setelah overquota habisnya juga sekitar 700an ribu juga (hampir sama dengan speedy office : 750rb)

Modem yang digunakan adalah PROLiNK Hurricane 9200R Modem/Router. Untuk wireless LAN guna membagi koneksi tersebut menggunakan SENAO ESR1220 yang memiliki power sekitar 100mW dan termasuk tangguh diantara wireless router (indoor) yang ada.

PROLiNK Hurricane 9200R

Senao ESR 1220

Setelah setting VPI/VCI dan Encapsulation modenya, serta set ADSL modulation nya ke G.Dmt, kemudian login dengan username+pass yang telah diberikan TELKOM, siaplah koneksi baru ini ditest.

(more…)

Read Full Post »

Kali ini, beberapa pengunjung Angkringan Kang Wed dibuat terkesima.

Bukan karena nyamlengnya wedang SUJAH (Susu Jahe) yang disruput sedikit dan bikin “kemepyar”. Bukan pula dikarenakan bakaran tempe mendoan yang pas dilidah, tidak gosong tidak pula mentah… jan kemripik dan cemowel. Dan dipastikan bukan karena bungkusan sego kucing yang pulen dengan hiasan kering tempe maupun sambal teri yang membuat sang lidah menari-nari.

Akan tetapi.. malam itu, bukan hanya mulut dan perut yang dimanjakan. Namun salah satu panca indera yang lain pun ikut serta merasakan pulennya suara Jheenna Lodwick, Heather Headlay maupun nyonyornya bibir Jason M’raz yang serasa konser di depan mata para sederek pengunjung Angkringan Kang Wed.

Tidak seperti biasanya pengunjung Angkringan Tampak diam menghayati setiap nada yang dilantunkan para penyanyi kelas atas tersebut. Sesekali sambil “umik-umik” mulut mereka menirukan lontaran syair dari speaker butut di pojok-pojok angkringan. Tak jarang pula kaki mereka mengetuk ke tanah setiap kali iringan instrumen berkumandang. Sungguh pemandangan yang tidak pernah terjadi sebelumnya.

Sampai suatu saat, seseorang bertanya : “Wah kok nyamleng tenang suarane saiki kang?” (ind : Wah kok mantap bener suaranya sekarang kang?). Sang pemilik angkringan pun hanya tersenyum-senyum dengan simpulnya yang khas.

Rahasia apakah hingga sang pengunjung bisa terhipnotis sedemikan rupa? Simak saja flashback berikut :

Awal bulan Mei ini, salah satu teman saya Hendri a.k.a. penpinzzz mengirimkan sebuah soudcard external keluaran Behringer. Sungguh sangat beruntung bisa mendapatkan soundcard ini, karena disamping langka untuk mencarinya, barang ini juga termasuk best bang for bucks (price performance nya manstap) Soudcard ini merupakan soundcard khusus untuk musik. Kang Wed sendiri belum begitu lama mendengar tentang keberadaan soundcard ini. Namun harapan untuk mendapatkannya sontak sirna ketika mencoba menghubungi dealer Behringer di Jakarta ternyata barangnya kosong. Semenjak itu, tiada lagi impian untuk mendapatkan soudcard ini.

Namun entah karena memang teman saya Penpinzzz itu raja nemu atau memang sudah dari sononya terlahir untuk mendapatkan barang-barang murah berperforma tinggi, tak disangka dia mendapatkan soundcard tersebut di sebuah toko musik di Jogja dengan berbagai proses yang cukup unik.

Berpindahnya soundcard ini ke Angkringan Kang Wed juga bukan suatu yang direncanakan. Tanpa ada badai ataupun hujan, oom Penpinzzz serta merta melego semua peralatan perangnya. Mulai dari Philips Aurilium PSC805, M-Audio Audiophile, Echo Mia MIDI, dan soundcard-soundcard lain termasuk Behringer UCA200 ini. Bak gayung bersambut, langsung saja kang Wed minta luncurkan soundcard ini ke belantara Borneo.

Setelah paket sampai di pelukan, langsung saja dites dengar bagaimana kemampuan soundcard ini.

Bentuk soundcard ini kecil dan sederhana tanpa body yang besar, jauh sekali bila dibandingkan soundcard external seperti Philips PSC805 yang bodynya memang bongsor.

Langsung saja colok ke PC dan otomatis terdeteksi sebagai USB Audio Codec tanpa install macem-macem (walaupun driver ASIO juga disertakan). Sebagai perbandingan, (more…)

Read Full Post »

Sinambi lenggah jegang dan menyruput Wedang SUJAH (Susu Jahe) sing kumenthel kenthel lan legender, pengunjung Angkringan Kang Wed dipusingkan oleh hadirnya tamu tak diundang yang nyerbu ke laptop, desktop mereka yang rata-rata ber O Es bikinan mBah Bill Gates.. nggih leres Windows
Lha pancen OS ini terkenal di seluruh dunia termasuk di gang-gang sempit dan di sela-sela himpitan penjual wedang dan penjual kembang di seandenging kutho lan dusun.
Begitu hebatnya tamu yang satu ini sehingga banyak yang mengira kalo perangkat IT mereka bersih walaupun sebenarnya sudah dimasuki
gayanya mirip Sam Fisher di Splinter Cell atau mirip Altair di Asassin Creed, pokoke diam-diam menghanyutkan.. halah opo to..
Singkat aja deh..tamu yang dimaksud tersebut namanya Conficker…
Sebuah virus atau lebih tepatnya malware yang populer akhir-akhir ini dan menjangkiti hampir di setiap instansi.

Gejala yang sering timbul :
a. Tidak bisa mengakses http://www.microsoft.com
b. Antivirus tidak bisa diupdate
c. Jaringan menjadi lambat
d. Otomatis mendownload sendiri dari site-site tertentu

Walaupun sekilas komputer kita tidak terjangkiti virus apabila discan oleh antivirus tapi sebenarnya ada malware yang sudah menginfeksi system kita.
Antivirus sering tidak mendeteksi hal ini karena database yang dimiliki oleh antivirus tersebut relatif masih menggunakan database yang lama, sehingga tidak bisa mendeteksi malware ini yang tergolong baru. Hal ini dikarenakan malware ini melakukan blokir terhadap situs update antivirus tersebut, yang menyebabkan antivirus tidak memiliki database virus terbaru.

Namun demikian, bukan berarti tidak ada cara untuk menghilangkan virus tersebut.
Walaupun banyak ketakutan yang disebabkan susahnya menghilangkan malware ini, sebenarnya ada cara yang mudah untuk menghilangkan malware ini.
Berikut adalah step by step bagaimana cara menghilangkan conficker dengan mudah. (more…)

Read Full Post »

Image Hosted by ImageShack.us

Yup..VGA terbaru dari NVidia akhirnya berlabel POV juga…setelah release beberapa minggu yang lalu, POV juga tidak ketinggalan merilis salah satu card dengan cost/performance terbaik saat ini..ya..apalagi kalo bukan GeForce 8800GT, dimotori dengan core G92 dan 112 SP, 16ROP dan 256bit bus width
vga ini cukup perkasa untuk menangani aplikasi2 3d terkini.
Core G92 merupakan pengembangan baru dari NVidia. walaupun secara teknis terlihat lebih lambat dibanding kakaknya (GF 8800GTS) namun ternyata dari berbagai benchmark justru G92 ini memiliki performa yang lebih tinggi dibanding GF8800GTS (G 80)

Spesifikasi
Graphics Engine : NVIDIA 8800 GT GPU
Video Memory : 512 MB
Core Clock : 600 Mhz
Memory Clock : 1800 Mhz
Memory Speed : 1.0 ns GDDR 3
Memory Bus : 256 bit
Interface : PCI Express 16x
RAMDAC : Dual 400 Mhz
D-Sub : No
DVI-I : 2x Dual Link
TV-Out : Yes
Video-In : No
HDTV : Yes
Unified Shaders : 112

Image Hosted by ImageShack.us

Berikut beberapa pic nya :

the card and the box

Image Hosted by ImageShack.us

a closer look

Image Hosted by ImageShack.us

back of the card

Image Hosted by ImageShack.us

PCIe power connector

Image Hosted by ImageShack.us

Image Hosted by ImageShack.us

DUAL DVI Input

Image Hosted by ImageShack.us

Bundles ( VGA, Driver, DVI to D-sub, DVI to HDMI, Manual, PCIe to molex)[/b]

Image Hosted by ImageShack.us

Well…
Lets Strip it!!

Large Heatsink (NVidia Reference)

Image Hosted by ImageShack.us

The card (naked) with G92

Image Hosted by ImageShack.us

Oh yess Qimonda 1.0ns!!

Image Hosted by ImageShack.us

on the test…

Image Hosted by ImageShack.us

Image Hosted by ImageShack.us

TES BED :[/color][/b][/size]
Intel Core2Duo E6300
DFI Infinity P965
Kingbox DDR2 1066 2x1GB
POV 8800GT 512MB
Hitachi 160GB
Pioneer DVR 212BK
ACBEL R8 607w

Software Used :
– 3DMARK 2001 SE
– 3DMARK 2003
– 3DMARK 2005
– 3DMARK 2006
– Rivatuner 2.06
– GPU-Z 0.1.1
– CPU-Z 1.41
– Forceware 169.09

Pertama kita gunakan synthetic bench dengan software dari MadOnion dan Futuremark..

ALL DEFAULT

3DMARK 2001 SE

Image Hosted by ImageShack.us

3DMARK 2003

Image Hosted by ImageShack.us

3DMARK 2005

Image Hosted by ImageShack.us

3DMARK 2006

Image Hosted by ImageShack.us

performa default sudah terlihat bahwa VGA ini bukan VGA “sembarangan” ..skor-skor yang didapat juga termasuk tinggi untuk ukuran VGA 256bit

NEXT…

VGA default E6300 OC’ed @ 3.5GHz

[b]3DMARK 2001 SE

Image Hosted by ImageShack.us

3DMARK 2003

Image Hosted by ImageShack.us

3DMARK 2005

Image Hosted by ImageShack.us

3DMARK 2006

Image Hosted by ImageShack.us

peningkatan skor cukup banyak hanya dengan melakukan overclocking pada CPU..terlihat di 3DMARK 2003 2005 dan 2006

VGA OC, E6300 OC’ed @ 3.5GHz

3DMARK 2001 SE @ 726 / 2100

Image Hosted by ImageShack.us

3DMARK 2003 @ 711 / 2006

Image Hosted by ImageShack.us

3DMARK 2005 @ 726 / 2100

Image Hosted by ImageShack.us

3DMARK 2006 @ 721 / 2100

Image Hosted by ImageShack.us

performa 8800GT POV ini termasuk baik, mengingat memory dapat ditarik hingga lebih dari 2000MHz, sesuatu yang wajar karena chip yang digunakan adalah 1.0ns yang default speed (officially) sudah 2000MHz..Penggunaan Memory Qimonda 1.0ns ini suatu hal yang menggembirakan mengingat 8800GT dari NVidia reference rata-rata menggunakan chip 1.2ns, lagipula yang direview kali ini merupakan versi biasa dari GF8800GT bukan yang EXO series..
Overclocking pada core juga cukup tinggi. rata-rata core bisa di tarik di kisaran 700-720an, hambatan utama adalah suhu vga yang cukup tinggi yaitu sekitar 49°C [pada saat idle dan bisa mencapai 65°C pada saat full load (ruangan non AC). Yup single slot cooling solution memang terlihat kurang maksimal pada saat dilakukan overclocking..Suhu bisa mencapai 75°C pada saat full load di kisaran core 720an
Namun demikian secara umum performa VGA ini sudah sangat baik, terutama bila dibandingkan dengan saudara tuanya GF8800GTS G80 yang performanya dihantam dengan cukup telak oleh 8800GT..
POV tidak menyertakan bundle yang melimpah, namun dengan demikian harga yang ditawarkan juga lebih murah (kisaran harga < 2.9jt).
VGA ini layak menyandang the best cost/performance untuk saat ini..

GAMING RESULT!!!

ya..what’s the meaning of synthethic benh..we need a real game 😀
banyak orang berpendapat demikian, yup..real gaming performance sangat penting terutama buat para gamer yang bukan bench-er
dan jumlah gamer seperti ini jauh lebih banyak dibanding bench-er 😀

so .. here’s the real game performance

Game yang digunakan :
1. Call of Duty 4 : Modern Warfare (thx to obeam)
2. Need for Speed : Prostreet (thx to Wahana :p )
3. CRYSIS (thx to wawan)[/b]

Pertama digunakan bench Call of Duty 4 : game yang termasuk baru namun cukup ringan, bahkan untuk vga2 tua sekelas X800 pun masih bisa dimainkan dengan lancar. Nah seberapa hebatnya GF8800GT ini menghandle game sequel dari seri Call of Duty?

Setting yang digunakan pada game ini adalah sebagai berikut :

Image Hosted by ImageShack.us

Semua resolusi diset ke 1280×1024 dengan refresh rate 75Hz (sesuai kemampuan max dari monitor yang digunakan, BenQ T706 :p )

Game ke-dua adalah Need for Speed Prostreet. Game racing terbaru keluaran EA ini tampilannya sudah jauh lebih advance dibanding sequel pendahulunya (NFS Carbon) sehingga memaksa VGA dengan kemampuan “pas-pasan” mau tak mau harus menurunkan setting disana-sini agar diperoleh frame rates yang nyaman, apalagi game racing membutuhkan FPS yang lebih tinggi dibanding game first person shooter agar bisa dinikmati dengan nyaman. Minimal 30FPS adalah batas kenyamanan minimum untuk game-game bergenre racing.
Berikut setting yang digunakan pada NFS : Prostreet

Image Hosted by ImageShack.us

Game ke-tiga yang digunakan untuk test, merupakan game terheboh tahun ini. Requirement yang dibutuhkan untuk memainkan game ini secara lancar terbilang cukup tinggi bahkan boleh dibilang SANGAT tinggi. HD2900XT yang harganya di atas 4 jt masih tidak mampu menjalankan game ini secara lancar. 8800GTS setali tiga uang, VGA gambot dengan interface 320bit tersebut tidak mampu menjalankan game ini secara lancar pada setting yang wajar untuk vga seukuran 8800GTS G80.
Nah 8800GT ini dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibanding vga-vga tersebut di atas akan kah mampu menjalankan game “super berat tahun ini” dengan lancar?? Silakan disimak hasil2nya di bawah ini

Image Hosted by ImageShack.us

RESULT

VGA dites pada dua kondisi yaitu default dan OC, sedangkan FPS didapat dengan menggunakan FRAPS 2.9.2 dengan menjalankan game tersebut secara realtime dengan level dan motion yang diusahakan semirip mungkin antara kondisi default dan OC. Khusus untuk CRYSIS karena sudah terdapat utility untuk benchmark GPU maka bench dilakukan dengan utility CRYSIS GPU BENCH tersebut.

Hasil dari benchmark ini adalah sebagai berikut :

VGA @ DEFAULT

Image Hosted by ImageShack.us

Image Hosted by ImageShack.us

terlihat pada kondisi default sekalipun, POV 8800GT masih dapat menjalankan semua game test dengan lancar, terbukti dari ketiga game tersebut FPS yang didapatkan masih di atas 30FPS semua, Khusus untuk game CRYSIS, ternyata performa 8800GT 512MB ini menginggalkan jauh 8800GTS G80 dan HD2900XT bahkan hampir 2x lipat performa nya. Sedangkan untuk game COD4 dan NFS Prostreet, FPS yang didapat sangat tinggi (terutama untuk COD4). Core G92 memang terlihat sangat superior disini

VGA OC @ 724 / 2044

Image Hosted by ImageShack.us

Image Hosted by ImageShack.us

Walaupun performa default sudah cukup (baca : sangat) tinggi, namun tidak ada salahnya dilakukan overclocking ringan untuk melihat seberapa jauh peningkatan performa GF8800 GT bila dilakukan overclocking. dari tabel di atas, terlihat peningkatan FPS yang didapat cukup tinggi. Hal yang cukup menggembirakan, karena peningkatan clock yang tidak terlalu tinggi menghasilkan peningkatan FPS yang cukup tinggi. Namun demikian single slot solution bukan solusi terbaik manakala dilakukan overclocking karena suhu bisa mencapai kisaran 68-70° C pada kondisi teroverclock, yang tentunya akan menurunkan stabilitas vga ini.

CONCLUSION :

POV 8800GT seperti halnya GF8800GT yang laen, termasuk SANGAT fenomenal, apalagi karena namanya yang 8800GT dan interface yang “cuma” 256bit tetapi performanya jauh di atas GF8800GTS (G80) 320bit dengan harga yang masih di atas GF8800GT. Performa VGA ini sungguh membuat para pemilik GF 8800GTS dan GTX harus berpikir ulang untuk tetap menggunakan vga lamanya.
Potensi Overclocking juga lumayan bagus, terbukti mampu berlari di core lebih dari 700MHz dan Memory di atas 2000MHz.
Para penggemar game CRYSIS akhirnya bisa bernapas lega, karena VGA dengan harga yang masih cukup terjangkau dengan performa yang nyaman untuk menjalankan game tersebut akhirnya berada di tengah-tengah kita.
Diluar itu semua, kehadiran vga ini juga boleh dijadikan salah satu alternatif pilihan, mengingat saat ini stok sudah ready, dan 1 minggu ke depan akan ada penambahan stok lagi, termasuk yang EXO series…

Pros :
– Harga kompetitif under 2.9jt (dengan kurs 9500)
– Potensi OC yang cukup tinggi
– Highend VGA for everyone
– Tidak memerlukan PSU dengan wattage tinggi

Cons :
– Bundle minim
– Single slot solution kurang maksimal meredam panas pada saat dilakukan OC

Hasil benchmark menjadikan GF8800 GT termasuk BEST BANG FOR BUCKS saat ini!!

Thx for reading…

Read Full Post »

Demam G92 nampaknya akan makin berlanjut seiring dengan makin banyaknya card-card G92..Hari ini kedatangan lagi graphic card dari NVidia ini, Pixelview akhirnya ngeluarin juga GF 8800GT..Walaupun agak sedikit telat, tapi gak percuma kalo sedikit mencicipi performanya..perform @ default seperti halnya card-card laen diperkirakan akan sama ..

Spesifikasi vga card ini juga sama dengan G92GT laennya, sebagai berikut :

Graphics Engine : NVIDIA 8800 GT GPU
Video Memory : 512 MB
Core Clock : 600 Mhz
Memory Clock : 1800 Mhz
Memory Speed : 1.0 ns GDDR 3
Memory Bus : 256 bit
Interface : PCI Express 2.0 16x
RAMDAC : Dual 400 Mhz
D-Sub : No
DVI-I : 2x Dual Link
TV-Out : Yes
Video-In : No
HDTV : Yes
Unified Shaders : 112

Berikut beberapa pic dari Pixelview 8800GT 512MB

BOX

Image Hosted by ImageShack.us

Image Hosted by ImageShack.us


BUNDLES (2 DVI to Dsub, 1 S-video to RGB, 1 S-video to S-video, Manual, PCIe to molex, driver)

Image Hosted by ImageShack.us

BACK of the CARD

Image Hosted by ImageShack.us

DUAL DVI as usual

Image Hosted by ImageShack.us

6 pin PCIe Power connector

Image Hosted by ImageShack.us

Card without HSF

Image Hosted by ImageShack.us

The power of G92 chip

Image Hosted by ImageShack.us

1.0ns Qimonda

Image Hosted by ImageShack.us

NVidia reference Heatsink Fan

Image Hosted by ImageShack.us

Image Hosted by ImageShack.us

Spesifikasi yang digunakan :

Intel C2Q Q6600 @ 3.6GHz
DFI LanParty P35 T2R
KINGBOX 1066 2x1GB
Pixelview 8800GT 512MB
Hitachi 160+250 GB SATA
Pioneer DVR 212BK
POV Black Diamond 650w

Image Hosted by ImageShack.us


SYNTHETIC BENCH :

VGA @ DEFAULT

3DMARK 2001

Image Hosted by ImageShack.us

3DMARK 2003

Image Hosted by ImageShack.us

3DMARK 2005

Image Hosted by ImageShack.us

3DMARK 2006

Image Hosted by ImageShack.us

bersambung…….

Read Full Post »