Koneksi internet bukan lagi merupakan hal yang mewah. Bahkan di angkringan Kang Wed yang sederhana pun telah dihiasi dengan koneksi ini.
Untuk ukuran Jawa apalagi Jogja, koneksi internet sudah SANGAT mudah ditemui. Bahkan konsumen rata-rata sudah tidak menanyakan : “Ada koneksi internet tidak?” tapi lebih ke pertanyaan “Koneksinya berapa meg (red: Megabit)?” atau “Pake koneksi apa sekarang?” dan biasanya berlanjut dengan pertanyaan : “Donlot dapet berapa KB per detik?”, dan pertanyaan yang sudah lebih spesifik lainnya.
Kebutuhan masyarakat akan internet dewasa ini (baca 3 tahun terakhir) sudah sangat pokok. Hanya orang katrok saja yang tidak mau menerima adanya koneksi internet.
Dahulu, koneksi internet diidentikkan dengan wahana untuk berbuat negatif seperti carding, phising dan lain sebagainya.
Namun sekarang koneksi internet sudah HARUS diadakan dimana pun kita berada.
Tahun 2008 yang lalu dimana Kang Wed menginjakkan pertama kali di Borneo setelah lebih dari 7 tahun tidak pernah kesana lagi (terakhir tahun 2001 kala magang di sebuah PT), Kang Wed sudah berbekal amunisi untuk konek ke dunia maya ini.
Maklum karena sehari-harinya berkutat dengan internet maka mempelajari ketersediaan koneksi di daerah merupakan bekal yang akan SANGAT berguna.
Tujuan Kang Wed kala itu adalah di Putussibau. Sebuah Kabupaten paling hulu di Kalimantan Barat, berjarak lebih kurang 700KM dari Pontianak, ibukota propinsi Kalimantan Barat.
Beberapa minggu (atau bahkan bulan) sebelum berangkat dimulailah googling dan chatting dengan teman-teman yang pernah kesana sekedar untuk menanyakan adakah koneksi internet di Putussibau.
Dari hasil googling dan chatting tersebut, didapat beberapa gambaran bahwa di sana tidak terdapat koneksi internet unlimited kala itu, dan hanya ada 2 operator seluler yaitu Telkomsel dan Indosat.
Karena kala itu tarif data Indosat lebih murah dibandingkan dengan Telkomsel, akhirnya dipilihkan langganan Indosat 3,5G (kapasitas 1GB) bundle dengan Matrix.
Singkat cerita, setelah dicoba di Pontianak ternyata tidak bisa konek dan setelah ditanyakan memang di Kalbar belum terdapat fasilitas untuk 3,5G Indosat kala itu. Dengan perasaan menyesal akhirnya kartu tersebut nganggur (tidak dipakai). Yang bisa digunakan hanyalah Matrix dengan kecepatan GPRSnya.
Tiba di Bandara Pangsuma Putussibau, setelah landing dari pesawat ATR-100, langsung coba nyalakan Soner K600i yang sudah tertancap Matrix. Login ke YM tiny dan Opera Mini berjalan lancar. Perasaan sedikit lega karena masih ada jalur data yang bisa dimanfaatkan.
Setelah sampai di rumah kontrakan di Putussibau, coba konek PC dengan HP, ternyata untuk konek aja susahnya minta ampun. Setelah konekpun speed download hanya sekitar 0.8KBps, SANGAT lambat sekali!
Yah, kualitas Indosat memang sangat buruk di sini.
Technology lag benar-benar terasa saat itu, dimana setiap saat Kang Wed mengakses email, YM dan browsing dengan lancar serta download dengan speed > 100KBps harus dihadapkan dengan kenyataan ini. Ya inilah INDONESIA, dimana belum semua pembangunan dirasakan di seluruh daerahnya.
Sekitar 2 (dua) bulan penderitaan akan FAKIR Bandwidth tersebut berlangsung, untung saja pada bulan Juni 08 program TELKOMSEL FLASH Unlimited direlease. Tanpa pikir panjang langsung apply ke Gerai Halo terdekat (disini belum ada GraPari). Program ini sampai sekarang sangat menolong dengan adanya koneksi unlimited.
Walaupun speed hanya GPRS namun sisi UNLIMITED merupakan sisi yang baru yang ada di kota ini.
Seiring berjalannya waktu, koneksi FLASH Unlimited kadang dudul kadang lancar. Dan dikala lancar pun speed tidak lebih dari 10KBps saat download karena terkendala BTS yang belum 3G apalagi HSDPA.
Awal tahun 2009, Telkom Speedy diluncurkan di Putussibau.
Proses aplikasinya pun mudah walaupun diharuskan membeli Modem sendiri (tidak diberikan gratis oleh Telkom).
Namun demikian, koneksi unlimited yang diharapkan ternyata belum tersedia sehingga dengan terpaksa memilih paket yang time based dengan jatah waktu 50jam per bulan (200rb), walaupun setelah overquota habisnya juga sekitar 700an ribu juga (hampir sama dengan speedy office : 750rb)
Modem yang digunakan adalah PROLiNK Hurricane 9200R Modem/Router. Untuk wireless LAN guna membagi koneksi tersebut menggunakan SENAO ESR1220 yang memiliki power sekitar 100mW dan termasuk tangguh diantara wireless router (indoor) yang ada.
PROLiNK Hurricane 9200R
Senao ESR 1220
Setelah setting VPI/VCI dan Encapsulation modenya, serta set ADSL modulation nya ke G.Dmt, kemudian login dengan username+pass yang telah diberikan TELKOM, siaplah koneksi baru ini ditest.
Koneksi ditest setelah dishare ke 12 unit PC+laptop yang semua online. Sementara belum ada bandwidth management karena PC untuk server belum tersedia. Rencana ke depan, akan dishare menggunakan Mikrotik OS agar tidak ada rebutan bandwidth dan keamanan koneksi.
Setelah kelar setting sana sini, kemudian dilakukan test dari www.speedtest.net dan www,indowebster.com untuk test koneksi IIX. Sedangkan untuk link internasional menggunakan layanan test online dari www.speakeasy.net/speedtest dan mengambil data dari Chicago USA.
Berikut hasilnya :
Pertama, test dari www.speedtest.net

kemudian, dicoba untuk download file avi sebesar 700MB dari indowebster :
Untuk link IIX koneksi speedy memang cukup perkasa. Speed download rata-rata berkisar 100KB per detik. Bahkan untuk speed maksimum sering menyentuh angka sebagai berikut :
Untuk ukuran daerah perhuluan, speed sebesar itu sudah merupakan “anugerah”
Sesi kedua ditest untuk koneksi internasionalnya.
Speakeasy merupakan salah satu situs penyedia test koneksi internasional yang cukup terkenal dan sering digunakan sebagai benchmark.
Berikut hasilnya :
Speed yang lumayan kencang (bahasa Kalbar : LAJUUU) untuk sebuah internasional link. Throughput yang didapat sekitar 300Kb per detik atau sekitar 38 KBps. Not bad lah..
Namun yang patut disayangkan (lagi-lagi) sisi pelayanan dari TELKOM. Koneksi speedy disini sangat-sangat belum stabil. Bukan speednya melainkan kualitas koneksi/sambungannya. Sering sekali terjadi RTO (Request Time Out) saat dilakukan ping ke server Speedy sendiri.
Dalam sehari ada 2-3 kali disconnect, dan bahkan pernah dalam waktu 1-2 hari penuh tidak dapat melakukan sambungan ke BRAS Speedy.
Namun terlepas dari itu, dengan adanya speedy sedikit banyak bisa menjembatani technology lag ini walaupun berada di daerah hulu.
Walaupun kadang koneksi putus, namun hal itu tidak mengurangi rasa terima kasih Kang Wed kepada Telkom yang dengan peralatan dan jaringan telefon seadanya (bahkan petugas installasi speedy pun masih “nunak-nunuk” untuk setting modem dan browser) tapi tetap layak diacungi jempol untuk mengembangkan koneksi internet yang murah di pelosok Indonesia.
Yang patut ditunggu adalah layanan dari pihak provider seluler (terutama TELKOMSEL) yang janjinya tahun ini akan menghadirkan layanan 3G/HSDPA di Kapuas Hulu. Putussibau patut beriri hati dengan tetangganya Kabupaten Sintang dan Sanggau yang telah menikmati layanan internet broadband lebih dahulu.
Dengan rencana dibukanya PLB (Pos Lintas Batas) Badau yang menghubungkan border Indonesia – Malaysia, otomatis Putussibau merupakan kota pertama yang akan menjadi tuan rumah bagi tamu-tamu dari seberang. Lucu kiranya jika sebuah kota pintu gerbang tidak memiliki fasilitas yang layak, karena citra Indonesia dapat dicerminkan dari pintu gerbangnya.
Ah…
tak terasa jam sudah hampir menunjukkan pukul 3 pagi, dan ceret telu yang dari tadi dijag-jog sudah terasa ringan karena banyaknya yang menikmati wedang SUJAH sebagai teman melepas malam yang cukup dingin saat itu.
Saatnya Kang Wed mengemas dagangannya dan beristirahat…
pareng……..
Matur suwun,
Kang Wed










moga putussibau cepetan nyusul 3g nya, di berau sendiri janjinya pertengahan maret 3g udah launching tp sekarang masih uji coba. Tp ndak papa yang penting ayo ndaftar yang corporate bro, luih muyah…:D
DI berau maksudnya pertengahan mei 2009 bro..
minta driver modem prolink hurricant 9200R donk, kirim ke email q
silakan download disini bro…
http://www.prolink2u.com/new/support/download.php?q=H9200
wah kang,,, bagus juga postingannya,,,
terima kasih mas.. artikelnya mengobati rasa kangenku terhadap putussibau!!
Hmm.. ternyata setelah sekian lama baru deh bisa on_line dikotaku tercinta, mayan kalo ntar pulang bisa pasang internet… infonya sangat berguna, euiiiiiiii… tapi gimana dan siapa yg masangnya ya??? aku punya router TP_Link, modemnya paket pake aztech.soalnya diyogya aku make speedy. minta info donk…..
yang masang biasanya pihak Telkom bro..
tapi bisa juga pasang sendiri kok, gampang
modem pake merk apa aja juga bisa, hanya saja kebetulan dari Telkomnya dapetnya PROLINK itu, tapi beberapa waktu yang lalu udah saya ganti DLINK
kalo router mah tinggal tancep aja di dari modem masuk ke WAN router, setting IP subnet disamaain, trus DHCP server diaktifin dah jadi hotspot deh
selamat berjuang ya di pedalaman sana…
thx u ra..
i’ve wished we met long before now ya hahaha
met berjuang juga di sana
kalau sekarang ini penyedia internet broadband di putussibau dah ada belum? seperti indosat m2, atau telkom flash atau bahkan smart telecom (kalau ada sinar mas disana pasti ada jaringan smart telecom)
Internet broadband selain speedy baru ada Telkomsel Flash (HSDPA) sedangkan untuk IM2 dan operator lain belum menyediakan koneksi broadband di Putussibau
Smart juga masih di Jawa dan Sumatera (Aceh) untuk yang broadband saat ini
kang wed, tanya lagi nih… kalau di putussibau hotel hotelnya menyediakan layanan internet wifi ga? saya mau kesana bulan maret akhir dalam rangka tugas nih…. thanks pencerahannya
di hotel Sanjaya mas, keknya satu2nya hotel yang udah ada hotspot di Putussibau
kang wed, he he tanya lagi nih.. telkom felxi udah ada belum di putussibau? and omong omong kang wed tinggal di putussibau juga? sapa tau kita bisa ketemuan…. he he menyambung tali silaturahim kang..
flexi udah ada, cuma sering DC dan RTO
kang wed…. putussibau itu indah he he he sudah selesai tugas saya di sana… inget waktu tanya tanya kang wed….
kumaha di bandung betah kang?
alhamdulillah selamat udah selesai tugasnya.. putussibau enaknya emang buat sementara, kalo sementaun ya bosen juga kang hehe untung dapat kesempatan di bandung.
di Bandung terlepas dari segala kesemrawutan lalu lintas dan angkotnya saya alhamdulillah betah